Aku Ingin Anak Lekakiku Menirumu

                             
             Ketika lahir, anak lelakiku gelap benar kulitnya, Lalu kubilang pada ayahnya: 

“Subhanallah, dia benar-benar mirip denganmu ya!” 

              Suamiku menjawab: 

“Bukankah sesuai keinginanmu? Kau yang bilang kalau anak lelaki ingin seperti aku.” 

             Aku mengangguk. Suamiku kembali bekerja seperti biasa. Ketika bayi kecilku 
berulang tahun pertama, aku mengusulkan perayaannya dengan mengkhatamkan Al Quran di 
rumah Lalu kubilang pada suamiku:  

 

“Supaya ia menjadi penghafal Kitabullah ya,Yah.” 

              Suamiku menatap padaku seraya pelan berkata: 

“Oh ya. Ide bagus itu.” 

             Bayi kami itu, kami beri nama Ahmad, mengikuti panggilan Rasulnya. Tidak berapa 
lama, ia sudah pandai memanggil-manggil kami berdua: Ammaa. Apppaa. Lalu ia menunjuk 
pada  dirinya  seraya  berkata:  Ammat!  Maksudnya  ia  Ahmad.  Kami  berdua  sangat  bahagia 
dengan kehadirannya. 

             Ahmad  tumbuh  jadi  anak  cerdas,  persis  seperti  papanya.  Pelajaran  matematika 
sederhana sangat mudah dikuasainya. Ah, papanya memang jago matematika. Ia kebanggaan 
keluarganya. Sekarang pun sedang S3 di bidang Matematika. 

             Ketika Ahmad ulang tahun kelima, kami mengundang keluarga. Berdandan rapi kami 
semua. Tibalah saat Ahmad menjadi bosan dan agak mengesalkan. Tiba-tiba ia minta naik ke 
punggung   papanya.   Entah   apa   yang   menyebabkan   papanya   begitu   berang,   mungkin 
menganggap  Ahmad  sudah  sekolah,  sudah  terlalu  besar  untuk  main  kuda-kudaan,  atau 
lantaran banyak tamu dan ia kelelahan. Badan Ahmad terhempas ditolak papanya, wajahnya 
merah, tangisnya pecah, Muhammad terluka hatinya di hari ulang tahunnya kelima. 

              Sejak hari itu, Ahamad jadi pendiam. Murung ke sekolah, menyendiri di rumah. Ia tak 
lagi  suka  bertanya,  dan  ia  menjadi  amat  mudah  marah.  Aku  coba  mendekati  suamiku,  dan 
menyampaikan  alasanku.  Ia  sedang  menyelesaikan  papernya                                                          an  tak  mau  diganggu  oleh 
urusan seremeh itu, katanya. 

              Tahun demi tahun berlalu. Tak terasa Ahmad telah selesai S1. Pemuda gagah, pandai 
dan pendiam telah membawakan aku seorang mantu dan seorang cucu. Ketika lahir, cucuku 
itu, istrinya berseru sambil tertawa-tawa lucu: 

 

“Subhanallah! Kulitnya gelap, Mas, persis seperti kulitmu!” 

             Ahmad menoleh dengan kaku, tampak ia tersinggung dan merasa malu.  “Salahmu. Kamu yang ingin sendiri, kan. Kalau lelaki ingin seperti aku!” 

         Di  tanganku,  terajut  ruang  dan  waktu.  Terasa  ada  yang  pedih  di  hatiku.  Ada  yang 
mencemaskan aku. 

         Cucuku pulang ke rumah, bulan berlalu. Kami, nenek dan kakeknya, datang bertamu. 
Ahmad kecil sedang digendong ayahnya. Menangis ia. Tiba-tiba Ahmad anakku menyergah 
sambil berteriak menghentak, 

“Ah, gimana sih, kok nggak dikasih pampers anak ini!” 

         Dengan kasar disorongkannya bayi mungil itu. 

         Suamiku membaca korannya, tak tergerak oleh suasana. Ahmad, papa bayi ini, segera 
membersihkan  dirinya  di  kamar  mandi.  Aku,  wanita  tua,  ruang  dan  waktu  kurajut  dalam 
pedih duka seorang istri dan seorang ibu. Aku tak sanggup lagi menahan gelora di dada ini. 
Pecahlah  tangisku  serasa  sudah  berabad  aku  menyimpannya.  Aku  rebut  koran  di  tangan 
suamiku dan kukatakan padanya: 

         “Dulu kau hempaskan Ahmad di lantai itu! Ulang tahun ke lima, kau ingat? Kau tolak 
ia  merangkak  di  punggungmu!  Dan  ketika  aku  minta  kau  perbaiki,  kau  bilang  kau  sibuk 
sekali.  Kau  dengar?  Kau  dengar  anakmu  tadi?  Dia  tidak  suka  dipipisi.  Dia  asing  dengan 
anaknya sendiri!” 

         Allahumma  Shali  ala  Muhammad.  Allahumma  Shalli  alaihi  wassalaam.  Aku  ingin 
anakku menirumu, wahai Nabi. 

         Engkau   membopong   cucu-cucumu   di   punggungmu,   engkau   bermain   berkejaran 
dengan  mereka  Engkau  bahkan  menengok  seorang  anak  yang  burung  peliharaannya  mati. 
Dan engkau pula yang berkata ketika seorang ibu merenggut bayinya                  ari gendonganmu, 

         “Bekas najis ini bisa kuseka, tetapi apakah kau bisa menggantikan saraf halus  yang 
putus di kepalanya?” 

Aku memandang suamiku yang terpaku. 
Aku memandang anakku yang tegak diam bagai karang tajam. 
Kupandangi keduanya, berlinangan air mata. 
Aku tak boleh berputus asa dari Rahmat-Mu, ya Allah, bukankah begitu? 
Lalu kuambil tangan suamiku, meski kaku, kubimbing ia mendekat kepada Ahmad. Kubawa 
tangannya menyisir kepala anaknya, yang berpuluh tahun tak merasakan sentuhan tangan 
seorang ayah yang didamba. 
Dada Ahmad berguncang menerima belaian. Kukatakan di hadapan mereka berdua, 

         “Lakukanlah  ini,  permintaan  seorang  yang  akan  dijemput  ajal  yang  tak  mampu 
mewariskan apa-apa: kecuali Cinta. 

         Lakukanlah, demi setiap anak lelaki yang akan lahir dan menurunkan keturunan demi 
keturunan.          Lakukanlah, untuk sebuah perubahan besar di rumah tangga kita! Juga di permukaan 
dunia. Tak akan pernah  ada perdamaian selama  anak laki-laki tak diajarkan rasa kasih dan 
sayang,  ucapan  kemesraan,  sentuhan  dan  belaian,  bukan  hanya  pelajaran  untuk  menjadi 
jantan seperti yang kalian pahami. Kegagahan tanpa perasaan. 

Dua laki-laki dewasa mengambang air di mata mereka. 
Dua laki-laki dewasa dan seorang wanita tua terpaku di tempatnya. 

          Memang tak mudah untuk berubah. Tapi harus dimulai. Aku serahkan bayi Ahmad ke 
pelukan suamiku. Aku bilang: 

“Tak ada kata terlambat untuk mulai, Sayang.” 

          Dua  laki-laki  dewasa  itu  kini  belajar  kembali.  Menggendong  bersama,  bergantian 
menggantikan  popoknya,  pura-pura  merancang  hari  depan  si  bayi  sambil  tertawa-tawa 
berdua,  membuka  kisah-kisah  lama  mereka  yang  penuh  kabut  rahasia,  dan  menemukan 
betapa  sesungguhnya  di  antara  keduanya  Allah  menitipkan  perasaan  saling  membutuhkan 
yang  tak  pernah  terungkapkan  dengan  kata,  atau  sentuhan.  Kini  tawa  mereka  memenuhi 
rongga dadaku yang sesak oleh bahagia, syukur pada-Mu 

Ya Allah! Engkaulah penolong satu-satunya ketika semua jalan tampak buntu. 

Engkaulah cahaya di ujung keputusasaanku. 

Tiga laki-laki dalam hidupku aku titipkan mereka di tangan-Mu. 

Kelak, jika aku boleh bertemu dengannya, Nabiku, aku ingin sekali berkata: 

Ya, Nabi. aku telah mencoba sepenuh daya tenaga untuk mengajak mereka semua menirumu! 

Amin, Alhamdulillah 

SEBARKAN ke teman anda jika menurut anda catatan ini bermanfaat 

 

                                           Author : PercikanIman.org 
                                        Shared By Kisah Penuh Hikmah 

                                        http://virouz007.wordpress.com/  

                                                          *** 

                                                              

                                                              

                                                              

                                                              

                                                           15 
 
 

                                                      
 


                                                                                   
Read more

kisah bermakna antara ayah anak dan burung gagak

 Pada  suatu  petang  seorang  tua  bersama  anak  mudanya  yang 

baru  menamatkan 
pendidikan  tinggi  duduk  berbincang-bincang  di  halaman  sambil 

memperhatikan  suasana  di 
sekitar mereka. 

            Tiba-tiba  seekor  burung  gagak  hinggap  di  ranting  pokok 

berhampiran.  Si  ayah  lalu 
menuding jari ke arah gagak sambil bertanya, 

“Nak, apakah benda itu?” 

“Burung gagak”, jawab si anak. 

            Si   ayah   mengangguk-angguk,   namun   sejurus   kemudian   sekali  

lagi   mengulangi 
pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang men                   

                        engar jawabannya tadi, lalu 
menjawab dengan sedikit kuat, 

“Itu burung gagak, Ayah!” 

Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. 

            Si  anak  merasa  agak  keliru  dan  sedikit  bingung  dengan 

pertanyaan  yang  sama 
diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, 

“BURUNG GAGAK!!” Si ayah terdiam seketika. 

           Namun  tidak  lama  kemudian  sekali  lagi  sang  ayah  mengajukan 

pertanyaan  yang 
serupa  hingga  membuat  si  anak  hilang  kesabaran  dan  menjawab 

dengan  nada  yang  kesal 
kepada si ayah, 

            “Itu  gagak,  Ayah.”  Tetapi  agak  mengejutkan  si  anak,  karena  si 

ayah  sekali  lagi 
membuka mulut hanya untuk bertanya hal yang sama. Dan kali ini si anak

benar-benar hilang 
sabar dan menjadi marah. 

            “Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak. Tapi sudah 5 kali Ayah

bertanya soal 
hal  tersebut  dan  saya  sudah  juga  memberikan  jawabannya.  Apa  lagi 

yang  Ayah  mau  saya 
katakan???? 

Itu burung gagak, burung gagak, Ayah…..”, kata si anak dengan nada yang

begitu marah. 

            Si    ayah      lalu     bangun        menuju        ke     dalam       rumah     

  meninggalkan            si    anak      yang 
kebingungan. 
Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan sesuatu di tangannya. Dia

mengulurkan benda itu 
kepada anaknya yang masih geram dan bertanya-tanya. Diperlihatkannya

sebuah diary lama. 

“Coba kau baca apa yang pernah Ayah tulis di dalam diary ini,” pinta si Ayah. 

  Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut. 

            “Hari ini aku di halaman melayani anakku yang genap berumur lima

tahun. Tiba-tiba 
seekor  gagak  hinggap  di  pohon  berhampiran.  Anakku  terus  menunjuk  ke 

arah  gagak  dan 
bertanya, 

“Ayah, apa itu?” 

Dan aku menjawab, 

“Burung gagak.” 

            Walau  bagaimana  pun,  anakku  terus  bertanya  soal  yang  serupa 

dan  setiap  kali  aku 
menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya

demikian, dan demi 
rasa cinta dan sayangku, aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan

ingin tahunya. 

            “Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan yang berharga untuk

anakku kelak.” 
Setelah selesai membaca paragraf tersebut si anak mengangkat muka

memandang wajah si 
Ayah yang kelihatan sayu. Si Ayah dengan perlahan bersuara, 

            “Hari  ini  Ayah  baru  bertanya  kepadamu  soal  yang  sama 

sebanyak  5  kali,  dan  kau 
telah hilang kesabaran serta marah.” 

            Lalu  si  anak  seketika  itu  juga  menangis  dan  bersimpuh  di  kedua

 kaki  ayahnya 
memohon ampun atas apa yg telah ia perbuat. 

 

PESAN: 
Jagalah           hati        dan        perasaan            kedua          orang         

tuamu,           hormatilah              mereka. 
Sayangilah             mereka           sebagaimana               mereka           

menyayangimu                 di      waktu          kecil. 
Kita  sudah  banyak  mempelajari  tuntunan  Islam  apalagi  berkenaan 

dengan  berbakti 
kepada kedua orangtua.Tapi berapa banyak yang sudah dimengerti oleh kita

apalagi 
diamalkan??? 
Ingat! ingat! Banyak ilmu bukanlah kunci masuk syurganya Allah. 

SEBARKAN ke teman anda jika menurut anda catatan ini bermanfaat…. 
Read more

penyebab pesawat sukhoi jatuh

Pelanggaran terhadap persyaratan izin ketinggian dianggap antara lain sebagai alasan jatuhnya SSJ-100. Pilot kehormatan dan ahli keamanan penerbangan, Vladimir Gerasimov, menyatakan keyakinannya kecelakaan sepenuhnya karena faktor kecerobohan pilot.
"Pesawat jet menabrak gunung," katanya. "Ini berarti dia turun lebih rendah dari batas aman. Ada ketinggian minimal untuk medan mulus, daerah perbukitan, dan daerah pegunungan. Jika jet sampai celaka, berarti ada aturan ketinggian yang dilanggar."
Jika reruntuhan terletak di 1,5 km dari titik terakhir komunikasi dengan kontrol lalu lintas udara - ini berarti hanya beberapa detik penerbangan. "Ini berarti kita berbicara bukan tentang pesawatnya, tetapi tentang pilot. Ini kesalahan pilot," katanya.
Seorang pilot Indonesia, yang telah menerbangkan lebih dari 33.000 jam, juga sangat percaya kecelakaan itu disebabkan oleh kesalahan manusia. "Saya tidak bisa tidak bertanya-tanya sendiri, mengapa pilot meminta untuk turun ke 6.000 kaki? Itu melanggar izin ketinggian minimal (minimum obstacle clearance  altitude/MOCA). Di lokasi itu, clearance minimum adalah sekitar 11.000 kaki," kata Ronny Rosnadi seperti dikutip Russia Today.
"Pesawat itu seharusnya turun ke ketinggian yang lebih rendah hanya ketika mendekati sebuah titik di selatan pantai Pangandaran. Itu jauh lebih aman," tambahnya.
Rosnadi menyatakan pilot Rusia mungkin telah dalam kondisi tidak stabil saat berada dalam pesawat. "Dia bisa saja terlalu percaya, atau hanya lelah," kata mantan pilot Merpati Nusantara Airlines ini.
Read more

Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy

              

                                                                    
         Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah, 
beliau  mendengar  seseorang  di  hadapannya  bertawaf,  sambil  berzikir:  “Ya  Karim!  Ya 
Karim!” 

           Rasulullah  s.a.w.  menirunya  membaca  “Ya  Karim!  Ya  Karim!”  Orang  itu  Ialu 
berhenti  di  salah  satu  sudut  Ka’bah,  dan  berzikir  lagi:  “Ya  Karim!  Ya  Karim!”  Rasulullah 
s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti 
diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang  dan terlihat olehnya seorang laki-laki  yang 
gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata: 

           “Wahai  orang  tampan!  Apakah  engkau  memang  sengaja  memperolok-olokkanku, 
karena  aku  ini  adalah  orang  Arab  badwi?  Kalaulah  bukan  kerana  ketampananmu  dan 
kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.” 
Read more

mentari

mentari,katamu kau akan selalu menyinariku
kenapa saat malam hanya ada neon neon redup yang menerangi
kini kau datang lagi.....
kini ku menikmatimu lagi....
kapan kau abadi .....?
agar aku bisa selalu menikmatimu............
Read more

saat ku tahu kau akan pergi

kau pergi sayang
pergi tinggalkan aku
ada sesak dalam dadaku
saat ku tahu kau akan pergi

aku tahu kau akan kembali
tapi akan lama sekali

apa pengobat rinduku...?
apa  pelipur laraku ...?
saatkau jauh......

rasanya aku takut...
rasanya aku tak sanggup
saat ku tahu kau akan pergi......
Read more

rasa

aku hanya punya rasa
aku hanya punya hati
akuhanya punya hati yang penuh dengan rasa



aku tak mengharap balas
aku tak mengharap imbal
aku tak mengharap balas dan imbal untuk rasaku padamu


aku tidak ingin keterpaksaan yang berbumbu ketidak ikhlasan dari apa yang aku beri


aku memberi karena aku ikhlas
karena rasaku datang dari hati


kalaupun kau punya rasa kuharap berlandas ikhlas kau beri padaku
kan ku balas beribu kali lipat dari apa yang kau beri
Read more

ku butuh

cahaya cinta kian meredup kini....
pandangan mataku pun kian rabun.....
tak dapat melihar arah jalan yang ku tuju.....
tak ada lagi penerang jalanku.....
cahaya itu telah padam.....

kini aku sendiri.....
banyak sekali aral dan rintang...
menerpaku dalam perjalanan ku ini......
dulu selalu ada yang menyemangatiku...
agar aku tetap tegar....tetap kuat...menghadapi semuanya....
kini dia telah pergi....
tinggalkan aku sendiri....
dala jalan sepi ini....
jujur ku butuh teman yang bisa menerangi jalanku.....
kubutuh sahabat yang memandu arah ku.....
ku butuh cinta yang menyemangati hidupku.....
Read more

Sobat

Sobat...
Disini aku merasa sepi
Menunggu seseorang
Entah siapa, kau kah itu.???
Yang saat ini hadir dalam hidupku

Sobat...
Hari-hari yang kita lalui bersama
Terasa begitu indah
Canda tawa yang terurai
Takkan mungkin bisa ku lupakan

Kebaikanmu..
Yang kau berikan, akan ku bawa
Saat azal terdengar ditelingaku

Sobat...
Ku ingin satu perubahan
Yang kau tunjukkan padaku
Aku akan sabar menunggu waktu itu tiba

Dan didalam itu semua
Kau akan mengerti
Arti dari persahabatan

Yang sesungguhnya

by..Dhewi Hartanti Saputri

Read more

Bahasa Kalbu

Di saat rembulan menampakkan sinarnya
Di saat bintang bersinar cemerlang
Di saat itu pula hatiku gelisah dan takut
Dahaga ini semakin mencekam

Akankah selembar bahasa
Di balik deru desir angin malam
Memberikan angan-angan
Suatu kata indah yang keluar dari mulutku
Justru menusuk tajam, membelah hatiku

Adakah dibalik sendu rembulan
Dan tangisan bintang
Memberikan setetes penawar
Dari panasnya asaku ini

Tapi itu tak mungkin
Karena rembulan dan bintang
Berusaha jauh meninggalkan ku

Terkadang cinta memang tak harus memiliki
Tapi, jika cinta itu adalah anugerah
Dari Tuhan yang paling mulia

Apakah kita tidak berdosa
Jika kita tidak memiliki cinta yang kita rasakan
Yang tak berani tuk diungkapkan


by. Dhewi Hartanti Saputri 

Read more

Puisi Cinta

sepenggal catatan dalam ingatan
sorot itu meredup
ada kristal terpiaskan
tertunduk…dukanya tak terukur…

memahami sedih di hatinya
namun yang ada hanya kagum dalam sesaknya dada
benarkah dia milik ku, …tertunduk.
kristal itu lepas mengalir di pipinya
menangis tanpa nada
ku tatap paras sendunya
ia sangat berduka…

coba mengerti galaunya,
tak dapat kulakukan diantara iba dan ragu
benarkah dia milik ku,…tertunduk
benarkah dia milik ku…
Read more

WAKTU

Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.

Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.


Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.


Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?

Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

karya besar dari kahlil gibran
Read more

AKU MENUNGGUMU

Kmu adlh stu2ny alsan q untk ttp brthan....
Aq tau bhwa kau tak prnh tau akn apa,dmna n dngn siapa aq

tp yg psti,aq dsni menunggu mu,
satu knytaan,knyataan yg phit
tp itu adlh kbhagiaan buat aq,
krna aq bs mnunggu mu,
walaupun q tau,kau tak mau ditunggu,tak tahu bhwa aq menunggu mu,

kini kau tlah kmbali....
Namun tetap saja,kau tak tau bahwa aq menunggu mu
namun tetap saja,kau tak tau bahwa aq mencari informasi tentangmu,bkan maksudq tak baik memata mataimu,tapi hanya untuk membunuh rinduku

kmaren aq melihatmu dgn snyum termanis mu....
Aq rindu kamu tp tlah terobati dgn snyuman mu itu

aq bahagia bisa mlihat snyummu lagi...walau itu dri jauh dan bkan untuk q
Read more

KARENA CINTA

Huummmmm.................
Q cba hela nfs pnjang...
Cba tuk mengurangi bbn...
Dlm hati dan fikir q...

smua bbn ini bgtu brat q rasakan...
Krna smua q pkul sndiri...
Tman sjati yg lbh dri sahabat...
Acuh sprti tak pduli padaq....

tapi tak mengapa...
Aq ttap memikul bbn ini...
Dan aq ttp cnta padany...
Walau dia acuh tak prduli pdaq...

cinta...
Karena cintalah aq brthan...
Karena cintalah aq aq snggup mmkul bbn ini sndri...
N karena cintalah......
aq cinta padanya...
Read more

MATAKU MATAMU,HATI KU HATI MU

Kagum aku pada sosoknya
terpana setiap melihat wajahnya
bergetar hatiku....
Lalu berucap hatiku....
Cantiknya dia....!!!

nilai dengan mata...
Menghasilkan nilai berdasarkan pada apa yang bisa djangkau mata..

nilai dengan hati...
Menghasilkan nilai berdasar pada apa yang djangkau hati....

belumlah lengkap penilaianku padanya...
Karena hatiku belum menjangkau hatinya....

alangkah senangnya hati....
Apa bila mataku dapat menjangkau matanya....
Namun akan lebih bahagianya aku..bila hatiku dapat menjangkau hatinya...
Read more

KAU DAN AKU

Tak ada manusia yg sempurna
tapi hadirmu membuatku menjadi sempurna...
Karena semua kekuranganku adalah kelebihanmu

kau ambil kelebihanku untuk menutup kekuranganmu
dan kau berikan kelebihanmu
untuk menutup kekuranganku

sekarang hanya ada 2 manusia yg sempurna di dunia ini

kau dan aku

masihkah kau mau mencari yang lain...???
Yang lebih sempurna...

dapat ku pastikan tak kan kau dapatkan...
Karena di dunia ini hanya ada 2...
Yakni...
Kau dan aku...
Read more

KAU ADALAH

Kau adalah dambaan hidupku
yang selalu menjadi ilham dari semua gerak langkah ku

kau adalah dian kehidupanku
yang selalu bercahaya
dan cahaya mu itu untuk menerangi jalan jalan yang ku tuju

kau adalah rahmat sejuta alam
yang diberikan tuhan kepadaku
sebagai imbalan dari tulusnya cinta
walau cintaku tak memerlukan balasan

kau adalah hujan di musim kemarau panjang
menyegarkan sesuatu yang telah layu n menumbuhkan sesuatu yang telah mati.

kau adalah kau sayangku.....!!!
Tak dapat diubah...
Tak dapat diganti...
Read more

CINTA yang AGUNG

CINTA yang AGUNG

Adalah ketika kamu menitikkan air mata
dan MASIH peduli terhadapnya..
Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH
menunggunya dengan setia..
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain
dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata ‘Aku
turut berbahagia untukmu’

Apabila cinta tidak berhasil…BEBASKAN dirimu…
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya
dan terbang ke alam bebas LAGI ..
Ingatlah…bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan
kehilangannya..
tapi..ketika cinta itu mati..kamu TIDAK perlu mati
bersamanya…

Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu
menang..MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
Read more
blogwalking..